Relakan aku.

Mungkin yang terbaik, memang tak bisa teraih.

Mungkin yang terburuk, yang harus terjadi.

Saat persimpangan, berbeda tujuan.

Jalan hidup kita tak mesti sama.

Dan lalu kau berkata, “Relakan, relakan saja aku pergi, untuk membenahi kebimbanganku bersama dia.

Sungguh berat aku untuk melepasmu, melihat kamu mencari jati dirimu bersama dia.

Namun kita memang telah jatuh tenggelam.

Jatuh ke dalam tuduhan yang lama terpendam, dan berkepanjangan.

Aku selalu berfikir, saat kita jatuh ke dalam kesalahan, saat itulah semestinya kita bisa saling menopang.

Namun aku pun juga berfikir, tak akan berujung baik bila aku memaksa keinginanku.

Karena bila itu terjadi, suatu saat kamu akan melakukan hal yang sama lagi.

Dan lalu ku akan berkata, “Aku pun juga akan pergi. Aku pergi untuk merajut kembali semua yang terkoyak.

Bila suatu masa nanti kita bisa bersanding lagi, hanya satu pintaku kepadamu.

Tolong, jangan pernah lepaskan aku lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: