Maukah kamu?

I miss you.

I miss you so bad.

Aku menyesal, benar-benar menyesal, ngga berusah mendekatkan diri sama keluarga kamu ketika ada kesempatan.

Aku menyesal, benar-benar menyesal, ngga berusaha mencari kerja lebih awal seperti yang kamu bilang.

Seandainya saja waktu bisa diputar.

Sayangnya waktu tidak akan pernah mungkin bisa diputar.

Sayang, bila memang Tuhan menggariskan jodoh di jalan kita, aku berjanji akan selalu perjuangin kamu.

Aku akan buat mama papa kamu yakin kalau akulah yang terbaik buat kamu.

Aku akan buat keluarga kamu percaya, kalau aku bisa menjaga kamu, dan ngga akan buat kamu terluka.

Tapi sampai saat itu tiba, maukah kamu menanti dan terus menemani aku?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: